DAHSYATNYA BAHASA AL-QURAN


DAHSYATNYA BAHASA AL-QURAN
Oleh: Prof. Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal

Profesor Linguistik Paris University Roger Berque menyimpulkan di dalam bukunya Relere de Laqoran bahwa mustahil Alquran ciptaan manusia biasa. Kemukjizatan dari aspek linguistik Alquran dapat dilihat dari pilihan kata (mufradat), susunan dan struktur (uslub), gaya penyampaian (balagah), paduan kata majemuk, kata berlawanan, pengaturan pemberhentian (waqf), dan keteraturan keindahan bacaan (tajwid) yang dipadu dengan sajak-sajak yang beraturan. 

Lafaz-lafaz Alquran juga selalu dipadu dengan struktur bunyi huruf-hurufnya, sehingga melahirkan irama simetris, seperti nudzur dan damma yang berurutan terasa berat, tetapi ternyata mudah dilantunkan. Bagi orang yang memahami ilmu bahasa Arab, pasti akan terkagum-kagum dengan keindahan bahasa Alquran. 

Komposisi keseimbangan kata sebagaimana diungkapkan Prof Quraish Shihab dalam Membumikan Alquran sungguh teratur dan seimbang. Misalnya, penggunaan kata-kata yang berlawanan (antonim) diungkapkan secara seimbang, seperti kata al-syita' (musim dingin) dan al-shaif (musim panas) terungkap masing-masing sekali, al-hayat (kehidupan) dan al-maut (kematian) masing-masing 145 kali, al-harr (panas) dan al-bard (dingin) masing-masing empat kali, al-kufr (kekafiran) dan al-iman (keimanan) masing-masing 17 kali. 

Lalu, dalam bentuk nakirah; kufr dan iman masing-masing delapan kali, al-naf' (manfaat) dan al-mudharrah (mudarat) masing-masing 50 kali, al-shalihat (kebaikan) dan al-sayyi'at (keburukan) masing-masing 167 kali, al-thuma'ninan (ketenangan) dan al-dhiq (kekesalan) masing-masing 13 kali, serta al-rahbah (cemas) dan al-ragbah (harap) masing-masing delapan kali.

Keseimbangan yang sama juga terjadi pada kata-kata yang sinonim dilihat dari makna kata yang dikandungnya. Contohnya, al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani) masing-masing 14 kali, al-'ushb dan al-dhurur (angkuh) masing-masing 27 kali, al-dhallun dan al-maut (sesat/mati) masing-masing 17 kali, Alquran, Al-Wahyu, dan al-Islam masing-masing 70 kali, al-'aql dan al-nur (akal/cahaya) masing-masing 49 kali, dan al-jahr dan al-'alaniyah (nyata) masing-masing 16 kali.

Demikian pula terjadi keseimbangan jumlah di dalam kata yang menunjuk pada akibatnya. Misalnya, al-infaq (infak) dan al-ridha (kerelaan) masing-masing terulang 73 kali, al-bukhl (kekikiran) dan al-hasarah (penyesalan) masing-masing 12 kali,  al-kafirun (orang-orang kafir) dan al-nar (neraka/pembakaran) masing-masing sebanyak 154 kali. Ada juga kata-kata al-zakah (penyucian) dan al-barakat (kebajikan yang banyak) masing-masing 32 kali, serta al-fahisyah (kekejian) dan al-ghadab (murka) masing-masing 26 kali. 

Hal yang sama juga terjadi dalam jumlah pemakaian kata dengan penyebabnya. Seperti, kata al-israf (pemborosan) dan al-sur'ah (ketergesa-gesaan) masing-masing 23 kali, al-mau'idhah (nasihat) dan al-lisan (lidah) masing-masing 25 kali, al-asra (tawanan) dan al-harb (perang), serta al-salam (kedamaian) dan al-thayyibat (kebajikan) masing-masing sebanyak 60 kali. 

Keajaiban lainnya, ada pada kata yaum (hari) dalam bentuk mufrad sebanyak 365 kali, sesuai dengan jumlah hari dalam setahun. Sedangkan, kata ayyam (hari-hari) dalam bentuk jamak atau yaumain (dua hari) dalam bentuk mutsanna, jumlah pemakaian secara keseluruhan sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. 

Di sisi lain, kata syahr (bulan) hanya terdapat 12 kali, sejumlah dengan bulan dalam setahun. Penggunaan huruf juga terdapat konsistennsi di dalam Alquran. Misalnya, penggunaan huruf pembuka surah, seperti min pembuka surah Alquran terulang sebanyak 113 kali. Bila jumlah ini dibagi 19, sesuai jumlah huruf dalam basmalah, maka akan habis. 

Subhanallah, tidak ada kitab manapun yang dapat disetarakan dengan Alquran. Itu baru dari sisi uslub bahasa Arab, belum dari segi struktur huruf dan keajaiban makna dan pilihan penggunaan kosakatanya yang sungguh menakjubkan. (source: republika/ eksistensi islam)
___________________
We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam.

Related Posts:

Seperti Apa Pakaian Rasulullah? Berikut Ini 3 Ciri Pakaian Rasulullah SAW

Mungkin ada di antara kaum muslimin dan muslimat yang penasaran sekaligus ingin tahu seperti apakah pakaian yang dikenakan oleh Rasulullah SAW. Nah, berikut dibawah ini ciri pakaian Rasulullah SAW. 

1. Menutup Aurat

Salah satu fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat. Oleh karenanya, dalam hukum Islam, menutup aurat adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap individu yang sudah baligh. Kecuali bagi yang dikhususkan seperti anak yang belum baligh, dan lainnya.

2. Tidak Mengurangi Kejantanan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang tegas laki-laki yang menyerupai perempuan, begitu juga sebaliknya. Hal ini berdasarkan pada hadist berikut:

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885). 

Dalam lafazh Musnad Imam Ahmad disebutkan,

 لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ 

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari). 

Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Ahmad no. 8309, 14: 61. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, perowinya tsiqoh termasuk perowi Bukhari Muslim selain Suhail bin Abi Sholih yang termasuk perowi Muslim saja).

Dalam Sunan Abu Dawud dibawakan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةُ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ 

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud no. 3575. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata: Hadits ini hasan dengan syarat Muslim)

3. Memakai Pakaian yang Baik dan Tidak Berlebih-lebihan

Terkadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai peci tanpa sorban, terkadang juga sorban tanpa peci, terkadang sorban tanpa kuncung, jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai sorban dan kuncung, maka kuncungnya dibiarkan diantara kedua bahunya. Beliau juga berbusana kemeja dengan lengan panjang sampai pergelangan tangannya. Selain itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memakai pakaian luar & jubah, dan kain pinggang kemerahan (hullah). (source: lampu islam / eksistensi islam)
___________________
We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam.

Related Posts:

Dalam Islam, Berbagai Ras Ikut Shalat Bersama

Nama Andre D Carson mungkin tidak setenar Keith Ellison, anggota Muslim pertama dalam Kongres Amerika Serikat (AS). Namun demikian, kiprah Andre D Carson dalam dunia politik negeri Paman Sam itu sudah tidak diragukan lagi. Seperti halnya Ellison, Carson kini tercatat sebagai salah satu anggota senat (DPR) AS. Hebatnya lagi, ia adalah seorang Muslim.


November tahun ini menjadi awal periode kedua bagi Carson menduduki kursi anggota legislatif AS menyusul kemenangan yang diraihnya dalam pemilu sela yang digelar 2 November tahun 2009 lalu. Dalam pemilu sela tersebut, Carson yang merupakan wakil dari negara bagian Indiana, unggul 58,9 persen suara atas penantangnya, Marvin Scott yang hanya memperoleh 37,8 persen.

Perjuangan Carson untuk bisa meraup 58,9 persen suara tersebut tidaklah mudah. Selama masa kampanye, Carson kerap diserang dari sisi keislamannya oleh sang rival. Scott kerap menjadikan kemusliman Carson sebagai target serangannya.

Dalam situs pribadinya, Scott menulis pernyataan anti-Islam yang menyatakan bahwa elemen radikal Islam sedang mendanai dan membangun masjid-masjid di seluruh Amerika. Bahkan, Scott yang mengklaim dirinya sebagai orang yang menghormati kebebasan beragama mengatakan, Saya membela hak Carson untuk menjadi seorang Muslim... Tapi mereka (Muslim), tidak berhak mengganti hukum AS dengan hukum Islam, hukum para ekstrimis.”

Namun, pernyataan keras Scott itu tak ditanggapi serius oleh Carson. Ia menyatakan bahwa pernyataan ini merupakan bentuk kekesalan Scott karena tak mampu memenangkan pemilu sehingga melakukan black campaign terhadap dirinya.

Ketertarikan Carson terhadap Islam sudah berlangsung sejak usia remaja. Tapi, ia mulai membaca buku-buku mengenai Islam dan masuk Islam sekitar 12 tahun lalu. Satu hal yang paling memengaruhinya adalah karya-karya penyair sufi Rumi dan buku autobiografi tokoh Muslim Afro-Amerika, Malcolm X.

Ketertarikannya terhadap Islam diakuinya karena nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang yang diajarkan dalam Alquran. Buat saya, daya pikat Islam adalah pada aspeknya yang universal. Semua agama mengajarkan universal. "Tapi, dalam Islam, saya melihatnya secara teratur di masjid-masjid di mana orang dari berbagai ras ikut shalat bersama,” tambahnya.

Carson kerap terlihat menunaikan shalat di Masjid Nur-Allah, sebuah masjid Suni yang banyak dikunjungi orang Amerika keturunan Afrika. Sebagai politikus Muslim di negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim, Carson kerap menghadapi berbagai kritikan yang menghubungkannya dengan pemimpin Nation of Islam, Louis Farrakhan. 

Sekalipun menyangkal bahwa kelompok Islam itu ada hubungannya dengannya, namun ia mendukung beberapa aktivitas yang dilakukan kelompok itu, seperti memerangi penggunaan narkotika.

Kendati sikapnya ini ditentang, Carson tetap memiliki banyak pendukung. Sejak memutuskan untuk terjun ke kancah politik, ayah dari seorang putri bernama Salimah ini tidak menganggap agama yang dianutnya bakal menghambat kariernya. Sekalipun saat ini umat Islam masih berjuang keras untuk meningkatkan citra mereka di Amerika.

Politisi yang bersuamikan Mariama Shaheed, seorang pendidik di Pike Township School ini menegaskan, sekalipun ia menghormati Islam, agama yang dianutnya tidak akan pernah memengaruhi keputusan yang diambilnya. Karena ia beranggapan keputusan tersebut harus diambil berdasarkan kebutuhan para pemilihnya.

Bagi saya agama memberi informasi untuk saya. Anda perlu menghormati orang-orang tanpa melihat ras, agama, atau jenis kelamin,” tandasnya. 

Hingga saat ini, dua tahun sudah (sejak 2008), Carson telah menduduki kursi anggota DPR AS. Politikus dari Partai Demokrat ini kali pertama terpilih sebagai anggota Kongres AS pada Maret 2008 lalu. Kala itu, ia ikut serta dalam pemilu khusus yang digelar pada 11 Maret 2008.

Niatnya untuk ikut serta saat itu hanyalah karena terdorong oleh keinginan untuk meneruskan mendiang neneknya, Julia Carson, yang mewakili distrik ketujuh negara bagian Indiana. Sang nenek meninggal dunia akibat kanker paru-paru di tahun 2007 dan Carson memutuskan untuk mengisi posisinya yang akan berakhir pada Maret 2008.

Terpilihnya Carson dalam pemilu khusus tersebut menjadikannya sebagai politikus Muslim kedua di jajaran Kongres AS. Lahir di Indianapolis, Indiana, pada 16 Oktober 1974, Carson bukan berasal dari keluarga Muslim.

Pria keturunan Afro-Amerika ini dibaptis dan dibesarkan sebagai seorang pemeluk Kristen oleh neneknya yang menginginkannya menjadi seorang pendeta saat ia dewasa kelak. Hal ini pula yang mendorong sang nenek untuk memasukan Carson ke sekolah Katolik.

Di usia yang masih kanak-kanak, Carson sudah ikut dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh neneknya. Lingkungan tempat tinggalnya yang terbilang keras secara tidak langsung telah mengasah kepekaannya terhadap masalah-masalah seputar pendidikan, keamanan publik, dan kesempatan ekonomi.

Carson mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Sekolah Umum Indianapolis. Setelah tamat, ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Teknik Arsenal. Ia memperoleh gelar sarjana di bidang manajemen peradilan pidana dari Universitas Concordia Wisconsin dan master dalam bidang manajemen bisnis dari Universitas Indiana Wesleyan.

Selepas lulus dari Universitas Indiana Wesleyan, Carson memulai karier profesionalnya sebagai penegak hukum di Kepolisian Negara Bagian Indiana. Ia bertugas di sana sebagai seorang penyelidik selama 9 tahun lamanya. Ia kemudian bergabung dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri Indiana. Di kantor barunya ini, ia ditempatkan di bagian intelijen dan bertugas mengawasi unit antiterorisme.

Setelah tidak lagi bertugas di Departemen Keamanan Dalam Negeri Indiana, Carson sempat bekarier dalam bidang marketing. Ia tercatat pernah menjadi tenaga pemasaran di sebuah biro jasa arsitek dan insinyur di Indianapolis. Namun, profesi tersebut ia jalani hanya sebentar karena kemudian ia memilih untuk berkecimpung di dunia politik. Partai Demokrat menjadi kendaraan politik yang dipilihnya selain juga karena faktor sang nenek adalah salah seorang kader di partai ini.

Sebelum terpilih menjadi anggota DPR, Carson tercatat sebagai salah satu anggota komite Partai Demokrat di Indianapolis. Pada tahun 2007, ia menang dalam kaukus khusus Partai Demokrat di wilayah Marion, negara bagian Alabama. Berkat kemenangan tersebut, ia ditunjuk menjadi penasihat wilayah kota untuk distrik ke-15 wilayah Marion. (source: republika/ eksistensiislam)
_________

We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam.

Related Posts:

Subhanallah.. Foto TNI Salat Jumat di Hutan ini Bikin Haru dan Banjir Pujian

Foto TNI yang sedang menunaikan ibadah salat Jumat di hutan ini menjadi viral di sosial media. Netizen terkagum-kagum dengan pemandangan indah para prajurit TNI yang tetap melaksanakan ibadah shalat Jumat meski berada di tengah hutan.

sejumlah TNI yang sedang melaksanakan sholat jumat di hutan

Foto itu menunjukkan puluhan personel Brigif-1 Korps Marinir salat Jumat di hutan kawasan Pantai Ngudel, Malang, Jumat (19/5).

Foto personel Brigif-1 Korps Marinir yang sedang salat Jumat itu diunggah di akun Facebook milik Kuwadi Kuat, Sabtu (20/5).

“Sejumlah prajurit Brigif-1 Korps Marinir melaksanakan sholat berjamaah di hutan kawasan pantai Ngudel, Malang,” demikian tulis Kuwadi Kuat.

Saat itu, para prajurit TNI tersebut sedang menjalani latihan menembak di Malang Selatan. Mereka berlatih di tiga tempat berbeda. Aspek Laut berlatih di Pantai Tamban.

Sedangkan Aspek Darat latihan di hutan kawasan Pantai Ngudel.  Sementara Aspek Darat 2 menjalani sesi latihan di Purboyo.

Nah, saat tiba waktu salat Jumat, mereka memilih menjalankan kewajibannya di hutan. Sebab, jarak hutan dengan masjid cukup jauh.


Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman juga ikut menunaikan salat Jumat di hutan.

Meski keadaan tak sempurna, para prajurit itu tetap salat Jumat dengan khusyuk. Tak pelak, mereka mendapat apresiasi dari warga internet (warganet).

“Fotonya kereen. Meskipun di daerah latihan tdk lupa kewajiban yg utama 5 waktu berjamaah lg,” demikian tulis Anjas Wicaksono.

“Mantap. Latihan tapi tetap ingat sama komandan tertinggi,” tulis netizen bernama Chairul Basyar.

“Selalu semangat. Nice soldier. You not a big one but you are deadly,” demikian tulis Joko Prasetyo Wahyono. (source: pojok satu /eksistensi islam)
____________________

"EKSISTENSI ISLAM"

We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam.

Related Posts:

Gilang Kazuya Shimura: Menanggapi Tulisan Afi Nihaya Faradisa Soal Agama "Warisan"

Baru-baru ini, Afi Nihaya Faradisa yang tidak lain merupakan salah seorang Siswi SMA Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur membuat heboh dan menjadi perbincangan netizen lantaran tulisannya di media sosial yang berjudul "Warisan" banyak yang menyukainya. Tak tanggung-tanggung, tulisan tersebut sejak pertama kali dibuat (15/05/2017) hingga saat ini sudah dibagikan dan mendapat sekitar puluhan ribu komentar. 

Banyak orang yang menganggapi tulisan milik Afi Nihaya Faradisa berjudul "Warisan", salah satunya datang dari Gilang Kazuya Shimura. Mau tahu tanggapan apa yang dilontarkan Gilang Kazuya Shimura? Berikut isi tanggapannya yang tuangkan dalam sebuah tulisan di akun sosial media miliknya. 
Gilang Kazuya Shimura (Foto: facebook.com/gilang.kazuya.shimura)

Dek Afi yang terhormat, kita emang gak bisa milih kita memeluk agama apa, karena kita didoktrin oleh orang tua kita. Tapi adek tau gak, kalau secara fitrah kita udah muslim? Adek gak tau? Makanya kakak kasih tau sekarang, ada kok hadits nya dek :

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR Bukhari 1296).

Tugas manusia adalah mencari jati diri nya, makanya setiap manusia dikasih otak buat berpikir lewat tanda-tanda yang Allah kasih. Makanya kita yang muslim nyebut muallaf sebagai “kembali ke fitrah”, karena sejati nya dia kembali ke jati diri nya yang asli.

Masalah bersitegang, ah adek ini kayak anak SD aja, jangankan soal iman dek, soal artis korea aja masih pada ngotot siapa yang paling ganteng / cantik, apalagi soal prinsip.

Agama itu prinsip hidup dek, kalau kita menganggap semua agama benar, apa beda nya dengan balita yang gak bisa bedain mana kacang mana kecoak? Soal islam agama yang benar, kan udah ada dek ayat nya di Al-Baqarah ayat 2, penegasan nya ada di surat Yunus ayat 37-38. Kakak berani taruhan, nggak ada ayat-ayat setegas ini di agama lain. Coba aja adek cek, kalau adek udah gak sibuk sama wawancara dari orang-orang yang (maaf) sok bijak.

Maksud adek jangan sesekali menjadi Tuhan gimana dek? Karena kita melabeli orang sebagai kafir dan masuk neraka?

Mungkin adek meradang sama mereka yang melabeli orang dengan sebutan kafir, tapi adek tau gak kalau mereka cuma mencocokkan identitas mereka dengan apa yang ada di Alquran? Gak ada beda nya dek sama petugas warnet yang disuruh pemilik warnet untuk melabeli tingkat pendidikan dari seragam yang dipakai, gak lebih. Tapi apa dengan itu si petugas langsung merasa jadi pemilik warnet? Nggak kan.

Gak usah pake bayangkan dek, adek pernah baca Al-baqarah ayat 256 gak? Kalau iya, aneh kalau adek masih bilang islam memaksa orang lain pindah agama. Lagipula liat aja dek sejarah nya, agama mana yang paling suka memaksa orang lain memeluk agama mereka ketika mereka menjadi mayoritas, buka mata dan jadilah orang dewasa dek.

Semua orang berhak mengklaim agama mereka yang terbaik, gak ada yang larang kok, wong iklan detergen aja bilang produk mereka yang terbaik. Tapi masalahnya, sejauh mana akal pikiran kita dipakai buat mencari kebenaran yang paling benar, bukan kebenaran atas dasar pingin tenar. Balik lagi ke tantangan yang kakak sebutkan diatas, adakah agama lain yang punya ayat setegas Al-Baqarah ayat 2?

Label neraka atau surga, itu juga gak lebih kayak guru yang bilang ke murid nya yang pemalas bahwa dia gak bakalan naik kelas. Logis toh? Gimana cara nya naik kelas kalau belajar aja nggak? Sama kayak label neraka, gimana mau masuk surga kalau sama Allah aja gak percaya?

Tidak ada dek yang meragukan kekuasaan Tuhan, tapiiii… Baca lagi ya dek sejarah nya, Allah gak pernah membuat agama lain selain Islam, orang-orang dhalim lah yang memutar balikkan fakta menjadi agama-agama baru yang beraneka ragam. Itu juga jadi salah satu bukti kekuasaan Allah & salah satu bentuk ujian di dunia untuk makhluk-Nya. Makanya banyak baca ya dek, mumpung masih muda 🙂

Soal kerukunan dek, kita bandingin aja yuk arab saudi vs italia, negara yang mewakili dua agama terbesar di dunia, di negara mana terjadi lebih banyak kriminalitas? Mohon bandingin nya pake akal sehat yah dek, jangan pake kebencian terhadap kaum bergamis.

Yang nama nya mayoritas, wajar kok kalau mereka menerapkan hukum mereka, analogi nya, di rumah adek, yang berlaku adalah adat istiadat di keluarga dek Afi kan? Kalau semisal ada orang lain yang ujug-ujug dateng ke rumah adek dan maksa keluarga adek ikutin adat istiadat dia, apa adek mau terima?

Adek kayaknya beneran gak tau ya sejarah pancasila? Clue nya jelas dek, sila ke satu apa? Agama apa yang sepaham dengan sila ke satu? Adek harus tau, bahwa dasar negara kita yang paling inti diambil dari Alquran, bukan dari injil, weda, tripitaka atau kitab lain nya. Makanya kakak aneh liat tulisan adek yang bilang dasar negara gak boleh dari salah satu agama. Tanah yang kamu pijak itu juga bisa terbebas dari penjajah atas jasa para ulama dan santri loh dek, apa coba kitab panutan mereka? Yang jelas bukan komik Doraemon.

Suatu hari nanti kakak akan menceritakan kepada keturunan kakak bahwa ada banyak oknum bertulisan seperti bijak yang aslinya bahkan nggak ngerti apa arti bijak itu sendiri. Orang-orang yang menginginkan situasi yang sangat fana dan diluar jangkauan realitas hanya karena ingin diterima oleh berbagai pihak. Kakak harap dek Afi gak masuk sebagai jajaran oknum itu 🙂

Terakhir, kakak mau menukil quote dari Abdullah bin Mas’ud :

“Ilmu itu bukanlah sebuah kemahiran dalam berkata-kata, tetapi ilmu itu (menimbulkan) taqwa kepada Tuhan”

Dari hamba Allah yang masih mencari ilmu

Gilang Kazuya Shimura


Related Posts:

Ingat! Inilah Bahaya Menguap dan Manfaat Bersin

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ 

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” (HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994) 

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ 

“Bila salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah dia menahan mulutnya dengan tangannya karena sesungguhnya setan akan masuk.” (HR. Muslim no. 2995)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ 

“Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033)

Salah satu tanda otak dan tubuh kekurangan oksigen yaitu menguap. Menguap adalah kegiatan yang dilakukan oleh mulut ketika menghirup udara dalam-dalam. Ketika menghirup oksigen melalui mulut, masuk berbagai jenis debu, kutu, atau mikroba bersama dengan oksigen yang dihirup. Oleh karena itu, mulut bukan tempat yang pas untuk menghirup oksigen. Lalu bagaimana cara agar ketika menguap debu, mikroba, atau kutu tidak masuk ke dalam tubuh? Caranya adalah dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994 & HR. Muslim no. 2995 yang sudah Admin tuliskan di bag. atas artikel ini.

Lawan dari menguap adalah bersin. Bersin adalah aktivitas keluarnya udara melalui mulut dengan keras dan kuat disertai suara/hentakan melalui lubang hidung dan mulut. Nah, debu, haba', atau mikroba, atau kutu bisa keluar ketika seseorang bersin.

Menguap datang dari setan karena menguap yang tidak ditahan berpotensi memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan.

Allah 'Azza wa Jalla mendatangkan bersin karena bersin dapat membersihkan apa yang ada di dalam tubuh kita. Oleh karena itu kita harus bersyukur kepadaNya dengan menyebut namaNya setelah bersin yaitu dengan membaca kalimat hamdalah (alhamdulillah).

Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu akbar. Mengamalkan ajaran islam selain mendapat pahala juga mendapatkan hal-hal positif lainnya bagi diri kita ya, jadi tetap semangat mengamalkan ajaran islam dalam hal apapun, karena itu pasti baik bagi diri kita. (source: lampu islam)

We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam. 

Related Posts:

Inilah Kisah Wafatnya Umar bin Khatab

Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar.


Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.

Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.

Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.

Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.

Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lulu'ah (Fairuz), seorang budak yang fanatik pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara adidaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah wafat, jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.

Sebelum matahari terbit hari Rabu itu tanggal empat Zulhijah tahun ke-23 Hijri Umar keluar dari rumahnya hendak mengimami salat subuh. Ia menunjuk beberapa orang di Masjid agar mengatur saf sebelum salat. Kalau barisan mereka sudah rata dan teratur, ia datang dan melihat saf pertama. Kalau ada orang yang berdiri lebih maju atau mundur, diaturnya dengan tongkatnya. Kalau semua sudah teratur di tempat masing-masing, mulai ia bertakbir untuk salat. Saat itu dan hari itu tanda-tanda fajar sudah mulai tampak. Baru saja ia mulai niat salat hendak bertakbir tiba-tiba muncul seorang laki-laki di depannya berhadap-hadapan dan menikamnya dengan khanjar tiga atau enam kali, yang sekali mengenai bawah pusar. Umar merasakan panasnya senjata itu dalam dirinya, ia menoleh kepada jemaah yang lain dan membentangkan tangannya seraya berkata: ”Kejarlah orang itu; dia telah membunuhku!” Dan orang itu adalah Abu Lu’lu’ah Fairuz, budak al-Mugirah. Dia orang Persia yang tertawan di Nahawand, yang kemudian menjadi milik al-Mugirah bin Syu’bah. Kedatangannya ke Masjid itu sengaja hendak membunuh Umar di pagi buta itu. Ia bersembunyi di bawah pakaiannya dengan menggenggam bagian tengahnya khanjar bermata dua yang tajam. Ia bersembunyi di salah satu sudut Masjid. Begitu salat dimulai ia langsung bertindak. Sesudah itu ia menyeruak lari hendak menyelamatkan diri. Orang gempar dan kacau, gelisah mendengar itu. Orang banyak datang hendak menangkap dan menghajar orang itu. Tetapi Fairuz tidak memberi kesempatan menangkapnya. Malah ia menikam ke kanan kiri hingga ada dua belas orang yang kena tikam, enam orang meninggal kata satu sumber dan menurut sumber yang lain sembilan orang. Dalam pada itu datang seorang dari belakang dan menyelubungkan bajunya kepada orang itu sambil menghempaskannya ke lantai. Yakin dirinya pasti akan dibunuh, Fairuz bunuh diri dengan khanjar yang digunakan menikam Amirul mukminin.

Tikaman yang mengenai bawah pusarnya itu telah memutuskan lapisan kulit bagian dalam dan usus lambung yang dapat mematikan. Konon Umar tak dapat berdiri karena rasa perihnya tikaman itu, dan terhempas jatuh. Abdur-Rahman bin Auf segera maju menggantikannya mengimami salat. Ia meneruskan salat itu dengan membaca dua surah terpendek dalam Quran: al-Asr dan al-Kausar. Ada juga dikatakan bahwa orang jadi kacau-balau setelah Umar tertikam dan beberapa orang lagi di sekitarnya. Mereka makin gelisah setelah melihat Umar diusung ke rumahnya di dekat Masjid. Orang ramai tetap kacau dan hiruk-pikuk sehingga ada yang berseru: Salat! Matahari sudah terbit! Mereka mendorong Abdur-Rahman bin Auf dan dia maju salat dengan dua surah terpendek tersebut.

Sumber kedua ini sudah tentu lebih dapat diterima. Dalam suasana kacau begitu barisan orang untuk salat kembali sudah tidak akan teratur lagi, sementara Amirulmukminin tergeletak bercucuran darah di depan mereka, dan darah orang-orang yang juga terkena tikam bergelimang di sekitar mereka, dan si pembunuh juga sedang sekarat di tengah-tengah mereka! Andaikata – dengan penderitaan akibat beberapa kali tikaman itu – kita dapat membayangkan Umar sedang berpikir untuk meminta Abdur-Rahman bin Auf menggantikannya salat – suatu hal yang jauh dapat dibayangkan akal – tidaklah kita dapat membayangkan saat itu orang dapat mengatur barisan sementara mereka dalam suasana kegamangan dan ketakutan. Tentunya ketika itu Umar sudah diusung ke rumahnya di dekat Masjid dalam keadaan sadar atau pingsan karena dahsyatnya tikaman itu dan orang-orang mengelilinginya ketika dibawa masuk kepada keluarganya. Orang-orang yang terkena tikam dan dibawa keluar dari Masjid atau dipindahkan ke sekitarnya itu, sudah diberi pertolongan. Mayat Fairuz juga dikeluarkan dan dibawa ke Butaiha. Setelah itu orang kembali ke Masjid dan membicarakan kejadian itu sampai kemudian ada orang yang mengingatkan mereka akan waktu salat. Ketika itulah mereka meminta Abdur-Rahman bin Auf untuk mengimami salat.

Umar Menanyakan Siapa yang Membunuhnya

Seiring terbitnya matahari pagi, berita mengerikan tersebut tersebar ke seantero Madinah. Penduduk ingin mengetahui lebih jelas mengenai kejadian yang sangat mengejutkan itu. Bahkan pemuka pemuka dari masing masing kabilah segera berkumpul di halaman rumah umar untuk mengetahui kondisi kesehatanya.

Abdullah ibn Abbas mengungkapkan “Aku masih berada ditempat Umar dan dia belum sadarkan diri hingga mata hari terbit. Setelah siuman, sambil berbaring ia bertanya: “Apakah orang orang sudah shalat?” 

“Sudah", jawab Abdullah ibn Abbas.

Setelah itu ia memerintahkan Abdullah ibn Abbas untuk mencari tahu orang yang telah menusuknya. Aku segera belajar keluar dan menemui para pemuka  kabilah.

“Saudara saudaraku,“ kata Abdullah ibn Abbas, “Amirul mu’munin ingin mengetahui apakah peristiwa ini merupakan konspirasi kalian?”

Para pemuka kabilah yang mendengar pertanyaan tersebut menjadi kecut, dan serentak berkata, “Semoga Allah melindungi kami, kami tidak tahu. Mana mungkin itu akan terjadi. Jika kami tahu, pasti kami bersedia menebusnya dengan nyawa kami atau anak anak kami."

“ Lalu siapa yang menikam amirilmukminin?” Tanya Abdullah bin Abas  lagi.

“Ia ditikam oleh musuh allah, Abu Lu’luah budak Mughirah bin Syu’bah,” jawab mereka.

Abdullah bin Abbas kembali dalam rumah Khalifah Umar dan menyampaikan kabar orang yang telah menikamnya. “ Alhamdulillah, aku tidak dibunuh oleh seorang muslim, tidak mungkin orang arab akan membunuhku,” kata Umar.

Kemudian Umar R.A. menangis. Umar R.A. berkata  "Demi Allah, jika aku dapat meninggalkan dunia ini tanpa ada perkara yang memberatkanku dan tak ada apa-apa untukku, maka aku akan bahagia."

Abdullah ibn Abbas R.A. berkata "Ya Amirul Mukminin, Rasulullah S.AW. meninggalkan dunia ini dan dia merasa bahagia denganmu, tidak ada dua orang Muslim yang berselisih berkenaan dengan kekhalifahanmu, setiap orang bahagia dengan kekhalifahanmu."

Umar R.A. berkata "Aku tahu itu, tapi kekhalifahan ini membuatku khawatir. Wahai Abdullah, dudukkan aku", kemudian mereka mendudukkannya. Kemudian Umar memegang bahu Abdullah dan berkata "Wahai Abdullah, maukah kau bersaksi untukku di hari kiamat?"

Abdullah berkata "Aku akan bersaksi untukmu di hari kiamat."

Kemudian Umar berbaring di pangkuan putranya, Abdullah ibn Umar. Dia berkata kepadanya "Tempatkan pipiku di lantai."

Abdullah ibn Umar R.A. berkata "Kenapa ayah?" sembari mengecup kening Umar, dan menempatkan pipinya di lantai.

Umar berkata "Jika aku ditakdirkan berada di surga, maka bantal surga lebih lembut daripada pahamu, dan jika aku ditakdirkan masuk neraka, maka kau tidak menginginkan seorang penghuni neraka di atas pahamu."

Selain itu, ia juga berpesan kepada anaknya agar menjual benda benda yang dimilikinya untuk melunasi utang utangnya. Sebab ia tidak ingin meninggalkan dunia dengan membawa kewajiban yang belum diselesaikan.

Kemudian Umar R.A. memberitahu anggota keluarganya "Lembut-lembutlah dalam mengkafaniku karena jika Allah menakdirkanku surga, maka Allah akan memberikanku yang lebih baik daripada ini, dan jika Allah menakdirkan neraka untukku, maka Allah akan mencabutku dari semua ini. Berlembutlah dalam menggali kuburku, karena jika Allah menakdirkanku surga, maka dia akan meluaskan kuburku. Dan jika Allah menakdirkan neraka untukku, maka kubur itu akan menghimpitku."

Kemudian dia berkata kepada anaknya, yaitu Abdullah ibn Umar "Ya Abdullah, pergilah dan tanyakan kepada Aisyah R.A., apakah dia membolehkanku untuk dikubur disamping Rasulullah S.A.W. dan Abu Bakar R.A.?"

Lalu pergilah Abdullah ibn Umar R.A., dia mengetuk pintunya dan masuk ke rumah Aisyah R.A. Ternyata Aisyah R.A. sedang menangis, dan dia memberikan salam padanya kemudian bertanya pada Aisyah "Umar meminta untuk dikuburkan di samping Rasulullah S.A.W. dan Abu Bakar R.A., apakah kau mengizinkannya?"

Aisyah R.A. berkata "Aku sudah memesan tempat itu untuk diriku, karena Rasulullah adalah suamiku dan Abu Bakar adalah ayahku, tapi aku akan memberikannya kepada Umar."

Dan riwayatnya menyebutkan ketika Abdullah datang, Umar sedang berbaring dan dia berkata "Dudukkan aku." Kemudian mereka mendudukkannya, lalu Abdullah memasuki ruangan dan berkata "Wahai ayahku, keinginanmu dikabulkan."

Umar R.A. berkata "Aku tidak punya keinginan apapun melebihi itu. Ketika aku meninggal dan kau membawaku untuk dikuburkan, tanyakan kepada Aisyah R.A. lagi, mungkin karena statusku dia merasa keberatan untuk memberikanku tempat itu. Tanyakan dia lagi, dan jika dia setuju, maka kuburkan aku disana, kalau tidak, maka kuburkan aku di pemakaman umat Muslim."

Beberapa hari setelah peristiwa penikanman, Umar bin Khatab menghembuskan nafas terakhirnya dan menyisakan duka mendelam dikalangan umat islam. Seandainya lematian Umar bin khatab tidak melalui proses  yang sangat keji dan tragis, mungkin kesedihan tidak akan beerlarut larut dan dendam tidak akan bersarang di dalam dada para keluarga.

Bagai manapun kondisi islam sepeninggalan Umar  saat itu, dapat dikatakan bahwa islam telah mencapai kegemilangan dan ini tidak dapat dilepaskan dari peran uamar bin khatab. Inilah salah satu masterpiece Umar bin Khatabyang berhasil ditorehkan semasa hidupnya.

Dan Umar R.A. meninggal dan dikuburkan di samping Abu Bakar R.A. dan Rasulullah S.A.W.

Referensi/ sumber: 
  • Wikipedia.org
  • Bab 25 buku Umar bin Khattab, Sebuah Telaah Mendalam Tentang Pertumbuhan Islam dan Kedaulatan Masa Itu halaman 719-722, yang ditulis oleh Muhammad Husain Haekal yang diterbitkan oleh Litera AntarNusa (Cetakan kesepuluh, 2010) setebal xliv + 803 halaman.
  • Gadenks.blogspot.com
  • Lampu Islam

We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam.

Related Posts:

NU Pantau 125 Titik Hilal untuk Tentukan Awal Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H

Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (NU) akan memantau 125 titik hilal. Pemantauan ini untuk menentukan awal Ramadhan 1438 H, 1 Syawal 1438 H, hingga Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Teropong ilustrasi (foto: cdn2.tstatic)
Ketua Lajnah Falakiyah NU KH Ghazali Masruri mengatakan tahun ini selain dari titik pantau yang menjadi prioritas untuk laporan pemantauan NU juga akan melihat pemantauan hilal di daerah-daerah pedalaman. "Kami akan menempatkan ahli rukyat di daerah-daerah seluruh Indonesia termasuk daerah terpencil dan terluar seperti di Yapen, Papua," katanya kepada Republika.co.id, Rabu (17/5).

Penambahan titik pantau ini adalah bagian dari perluasan pemantauan hilal di daerah yang masih dalam wilayah Indonesia. Meskipun sebenarnya sebelumnya seluruh daerah memiliki perwakilannya sendiri-sendiri tetapi hanya diambil beberapa saja.

"Indonesia ini merupakan negara kepulauan, sehingga sangat perlu untuk memantau hilal di setiap pulau baik yang biasa dilakukan maupun pulau-pulau terluar dan terpencil," kata dia. 

Pemantauan hilal ini dilakukan oleh orang yang ahli dan paham mengenai ilmu falakiyah. Lama pemantauan hilal bergantung dari banyaknya pengalaman setiap ahli. 

Ahli falakiyah di sukabumi, misalnya, dalam waktu enam menit setelah matahari tenggelam dapat segera membuat laporan mengenai apakah hilal sudah terlihat dan sesuai dengan syarat minimal bulan baru muncul. Tetapi untuk mereka yang masih baru biasanya membutuhkan waktu 45 menit untuk mengamati hilal.

Untuk mengamati hilal, para ahli biasanya sudah memiliki tempat yang paling baik untuk melihat hilal. Di Sukabumi misalnya, mereka biasa melihat hilal di Pelabuhan Ratu.

Tak hanya menggunakan pemantauan hilal, NU juga menggunakan metode hisab. Namun metode ini hanya dijadikan prediksi sedangkan kepastian tetap menunggu pemantauan hilal. Tak hanya hisab, mereka juga akan membahas penentuan awal Ramadhan ini dengan ahli astronomi yang dimiliki NU.(source:republika)

YouTube Channel: Eksistensi Islam
Facebook Page: Eksistensi Islam

We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam. 

Related Posts:

AlKisah : Setan dan Seorang Penebang Pohon

Di zaman dahulu kala ada seorang shaleh dari kalangan Bani Israil yang hidupnya dihabiskan untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Pada suatu ketika beberapa orang meghampirinya dan memberitahunya bahwa ada sebuah suku di sekitar tempat itu yang menyembah sebuah pohon yang mereka anggap keramat. Kabar ini membuatnya gusar, dan dengan menenteng sebuah kapak di pundaknya, orang shaleh ini bertekad untuk menebang pohon itu.


Pada perjalanannya kesana, setan menghampirinya dalam wujud seorang kakek tua. Setan bertanya kemana dia akan pergi. Orang shaleh itu berkata dia akan menebang sebuah pohon yang dianggap keramat oleh penduduk setempat. Setan berkata, “Kamu tidak perlu khawatir dengan pohon itu. Kamu lebih baik terus beribadah dan tidak perlu mengurusi sesuatu yang bukan menjadi urusanmu.” Tapi orang shaleh itu menyanggah, “Hal ini juga menjadi ibadah bagiku.” Kemudian setan terus mencegahnya untuk menebang pohon itu. Pada akhirnya terjadilah perkelahian di antara keduanya, dimana orang shaleh itu berhasil mengalahkan setan.

Setelah dirinya dikalahkan orang shaleh itu, setan memohon agar orang shaleh itu mendengarkannya barang sejenak. Setelah orang shaleh itu melepaskannya, dia berkata lagi, “Allah tidak mewajibkan kamu menebang pohon itu. Kamu tidak akan kehilangan apa-apa jika tidak menebangnya. Jika menebang pohon itu memang diwajibkan, maka Allah tentu telah memerintahkan salah satu dari nabi-nabi-Nya untuk melakukannya.” Tapi orang shaleh itu tetap bersikeras untuk menebang pohon itu. Kemudian mereka berdua berkelahi lagi dan dengan mudah orang shaleh itu mengalahkan setan untuk kedua kalinya.

“Kalau begitu dengarkan aku”, kata setan, “Aku ingin membuat penawaran yang akan menguntungkanmu.” Lalu setan kembali berkata, “Aku tahu kamu adalah seorang miskin dimana hidupmu sehari-hari dipenuhi kesusahan. Jika kamu menjauh dari tekadmu untuk menebang pohon itu, aku akan membayarmu dengan tiga keping koin emas setiap harinya. Kamu akan menemukan koin emas itu di bawah bantalmu. Dengan uang ini kamu bisa memenuhi kebutuhanmu sehari-hari, dapat menolong saudara-saudaramu, menolong orang-orang miskin, dan melakukan banyak kebaikan lainnya. Menebang pohon hanya akan menjadi satu kebaikan, dan ini tidak ada gunanya karena penduduk setempat akan menanam pohon lainnya.”

Penawaran ini disukai oleh orang shaleh itu dan dia pun setuju. Keesokan harinya setelah bangun tidur, dia mengecek di bawah bantalnya dan menemukan tiga keping koin emas seperti yang dijanjikan oleh setan. Dia merasa gembira dan wajahnya menjadi ceria. Lalu hari berikutnya dia kembali menemukan tiga keping koin emas di bawah bantalnya. Tapi pada hari ketiga tidak ada apa-apa di balik bantalnya. Koin emas yang dijanjikan setan tidak ditemukan disana. Dia pun menjadi marah, mengambil kapaknya, dan tekadnya untuk menebang pohon itu kembali berkobar. Setan lagi-lagi dengan menyamar sebagai seorang kakek tua menghadangnya di jalan dan bertanya kemana dia akan pergi. “Aku akan menebang pohon itu sekarang!” kata orang shaleh itu. “Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya”, kata setan. Sebuah perkelahian kembali terjadi di antara keduanya tapi kali ini setan berhasil membuat orang shaleh itu bertekuk lutut dan mengalahkannya.

Orang shaleh itu pun terkejut melihat dirinya dikalahkan setan. Dia pun bertanya kepada setan, “Kenapa pada saat pertama kali aku bertemu denganmu, kamu bisa kukalahkan dengan mudah? Namun kali ini berbalik kamu yang mengalahkanku dengan mudahnya?” Setan menjawab, “Pada saat pertama kali, kemarahanmu tulus dan ikhlas karena ingin mencari ridha Allah, dan dengannya Allah pun membantumu untuk mengalahkanku, tapi kali ini kamu melakukannya hanya karena ingin mendapatkan koin emas itu dan maka dari itu kamu pun kalah.”

Jadi moral dari kisah ini adalah ketika kita melakukan suatu amal kebaikan, maka niatkanlah hanya untuk mencari ridha Allah. Kita juga bisa mengalahkan setan jika kita bertakwa kepada Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala, “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabb-nya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (An Nahl[99]: 100) 

Referensi: haqislam.org | lampuislam.id | eksistensiislam

YouTube Channel: Eksistensi Islam
Facebook Page: Eksistensi Islam

We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam. 

Related Posts:

OFTEN - I Often Forget To Sow The Seeds

I often forget to sow the seeds
But god gives me whatever I need

I often forgot to pray 
But god give me anyway

I often forget to gives others
but god still give me like a mother


I once thought
(forgive me god)
If I were him
would I forgive my deeds so easily?
most probablynot I guess

that's why
he is him and I am me

by asma anser 
edited & modified

(Tafakur) 

Related Posts:

Scenario, It does not happen by chance...

It does not happen by chance...
when the earth goes around the sun

Nor is it a coincidence...
when the sun rays life on the earth

As well, it does not just happen...
when water flows in itscycle

it's not taken place by accident...
when a mother bears a child

it's not also taken place by accident...
when a child grows older

neither is it just a coincidence...
when one needs a friend

verily...


It's scenario of the owner 0f sovereignty
when two hearts meet and fly
in a bundle of a holy tie
acting upon command of almighty
following the prophet's path 
being greatful for the nature of humanity 

(Tafakur)

Related Posts:

Berikut Penjelasan, Kenapa Penahanan Ahok Tak Dapat Ditangguhkan

Massa pendukung terpidana Basuki Tjahaja Purnama sampai saat ini masih tidak terima atas vonis dua tahun penjara. Mereka mengupayakan penangguhan penahanan agar Ahok tidak ditahan.

Ahok (Foto: Dokumen Tempo.co)
Ketua Umum Aliansi Advokat Muslim NKRI Al Katiri mengatakan, upaya penangguhan penahanan untuk Ahok merupakan hal yang sia-sia. "Mengapa demikian? Karena antara putusan pemidanaan dan perintah penahanan adalah satu kesatuan yang terintegrasi. Keduanya dapat dibedakan. Namun, tidak dapat dipisahkan," kata Al-Katiri saat dihubungi Republika.co.id, Jumat, (12/5).

Al-Katiri menuturkan, ketika pengadilan menjatuhkan putusan, maka kewenangan melekat pada majelis hakim sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 193 Ayat (2) KUHAP. Ada dua opsi kewenangan yang dimiliki hakim setelah menyelesaikan proses pemeriksaan perkara. Opsi pertama, ketika Ahok tidak ditahan, maka hakim dapat memerintahkan Ahok untuk ditahan, apabila dipenuhi ketentuan Pasal 21 KUHAP dan terdapat alasan yang cukup. Ini yang telah dilakukan hakim saat memvonis Ahok.

Opsi kedua, jika seandainya Ahok ditahan, hakim dalam putusannya dapat memerintahkan Ahok tetap ada dalam tahanan atau membebaskannya jika tidak terbukti bersalah. 

Perintah yang bersifat pilihan ini, kata Al-Katiri, dipertegas pada Pasal 197 KUHAP. Pada ayat (1) huruf k disebutkan perintah supaya terdakwa ditahan atau tetap dalam tahanan atau dibebaskan. Terhadap tidak dipenuhinya ketentuan tersebut akan berimplikasi berupa putusan "batal demi hukum" (Pasal 197 Ayat (2) KUHAP). 

"Jadi, norma hukum pada Pasal 197 bersifat imperatif, konsekuensi yuridis berupa kebatalan putusan bersifat otomatis," kata Al-Katiri memerinci.

Menurut Al-Katiri, terhadap putusan yang dinyatakan "batal demi hukum" menurut teori hukum diartikan sebagai putusan yang sejak semula dianggap tidak pernah ada (never existed) dan tidak memiliki nilai apa pun secara hukum (legally null and void). "Maka jika ada hal seperti itu dengan sendirinya tidak dapat dilakukan eksekusi," katanya.

Al-Katiri menegaskan, perintah pengadilan yang secara serta merta menahan Ahok dalam rutan harus dimaknai sebagai keharusan hukum yang bersifat memaksa (mandatory law) sehingga tidak boleh diabaikan. Karena, majelis hakim telah benar menerapkan norma hukum bahwa faktanya Ahok sebelumnya belum pernah ditahan. Maka, pada saat putusan pemidanaan dijatuhkan, seketika itu pula perintah penahanan dibacakan dalam amar putusan.

Putusan Mahkamah Agung dalam No.169 K/Pid/1988, menyatakan batal demi hukum putusan pengadilan tinggi karena tidak memenuhi Pasal 197 Ayat (1) huruf k KUHAP. Perintah penahanan secara serta-merta (uitvoerbarr bij voorrad, pada hukum pidana), memiliki kekuatan berlaku walaupun ada banding dan kasasi.

"Berdasarkan uraian di atas, secara hukum upaya penangguhan penahanan tidak dapat diterima. Penangguhan hanya dapat dilakukan dalam tahap penyidikan sampai proses pemeriksaan di sidang pengadilan (Pasal 31 Ayat (1) KUHAP)," katanya.

Al-Katiri mengatakan, putusan pemidanaan dan perintah penahanan harus diterima sebagai kenyataan hukum yang pasti. Karena sudah nenjadi suatu prinsip bahwa putusan pengadilan harus dianggap benar (res judicata pro veritate habetur) sampai adanya putusan pengadilan diatasnya yang berwenang membatalkan putusan tersebut.

Al-Katiri menuturkan, majelis hakim yang memutus perkara Ahok, tentunya mengetahui adanya Putusan Mahkamah Konstitusi No.69/PUU-X/2012 yang dalam amar putusan menyatakan bahwa putusan yang tidak mencantumkan Pasal 197 Ayat (1) huruf k KUHAP "tidak batal demi hukum". Mahkamah juga membatalkan ketentuan huruf k pada Pasal 197 ayat (2) KUHAP. Namun, pencantuman Pasal 197 Ayat (1) huruf k KUHAP pada putusan pemidanaan terhadap Ahok, menurut Al-Katiri, lebih ditujukan kepada penegasan kepentingan Pasal 21 KUHAP, yakni adanya kekhawatiran yang bersangkutan akan melarikan diri atau mengulangi perbuatannya.

"Adapun merusak atau menghilangkan barang bukti, kiranya tidaklah relevan," katanya. Jadi, kata Al-Katiri, perintah penahanan oleh pengadilan tidaklah bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi, tetapi perintah penahanan terkait dengan menegakkan hukum dan keadilan. "Adapun upaya banding dan mungkin kasasi tidaklah ditujukan kepada perihal penahanan. Namun, ditujukan kepada putusan pemidanaan," katanya. (Source: Republika)

We want to make "Eksistensi Islam" continues to grow as a creative and sustainable da'wah platform. We hope that what we posted have a positive impact for the Muslim ummah and can be a source of knowledge for people out there who wants to know more about Islam.

Related Posts:

Rhonda Cowell: Pelajari Semua Agama, Akhirnya Pilih Islam

Semasa remaja, pemilik nama lengkap Rhonda Cowell-Bari ini punya beberapa pengalaman yang agak menakutkan. Hal serupa barangkali juga kerap menimpa tak sedikit orang seusianya.

Saat itu dia berumur sekitar 12 tahun. Rhonda berada di titik nadir dan kehampaaan dalam hidupnya. Ia sadar kondisi sekelilingnya tapi dia merasa seperti berada di tempat lain.

Perempuan kelahiran utara Wellington, Selandia Baru, itu terus ditarik masuk ke “dunia lain” tersebut. Rhonda tidak dapat kembali. Dia juga tidak bisa berteriak minta tolong. Perempuan itu hanya bisa menangis. “Ya Tuhan, bantu saya!”

Rhonda Cowell (Foto Ilustrasi)
Semenjak sering mengalami peristiwa itu, dia meyakini adanya kekuatan yang lebih besar di luar dirinya. Atmosfer keagamaan Cowell-Bari yang menaunginya begitu kental sejak kecil tak mampu membendung arus itu.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini lahir dari keluarga besar penganut Kristen. Seperti kebiasaan keluarga Kristen pada umumnya, ia terbiasa bangun pa gi-pagi tiap akhir pekan. Bersama kakak- kakaknya, mereka pergi ke sekolah Minggu kendati orang tuanya tidak memberi keteladanan.
Baca juga Alkisah: Anna Stamou yang Rela Jadi “Pasien” Para Filsuf, Demi Menemukan Islam.
Lima bersaudara itu pergi ke sekolah Minggu, sementara ibu dan ayahnya tidur di rumah. “Saya berharap saudara-saudara saya tidak keberatan kalau saya mengatakan ini. Kami memanfaatkan sekolah Minggu untuk mencari uang sedekah, kemudian menggunakannya untuk jalan-jalan dan bermain di kolam renang,” aku Cowell- Bari, seperti dikutip dari onislam.net.

Rhonda memiliki pendidikan cukup baik. Ia berada di kelompok paduan suara sekolah. Ia juga telah dibaptis– suatu hal yang dulunya dia anggap wajar dalam fase hidup manusia. Orang tua sekadar melakukan tugas mereka.

Mereka berharap telah menempatkan anak-anaknya di jalan yang benar. Namun, dia merasa rutinitas itu berlalu begitu saja, kian hampa. Perempuan yang gemar melancong ini pun masih bertahan dalam kekristenan sampai usia 20-an.

Sempat ketika dia berumur 17 tahun, Cowell-Bari mencicipi Buddhisme. Dia mempelajarinya bersama beberapa teman waktu itu. Itu kali pertama dia menjajal agama lain di luar Kristen.

Rhonda melihat Buddhisme sebagai ben tuk keekstreman selain agama yang selama ini dia anut, Kristen. Jadi, dia mulai meninggalkan Kristen dan mengikuti Buddhisme. Beberapa waktu bertahan menganut ajaran Buddha, Cowell-Bari tak puas. Pada kali kedua, dia pindah lagi ke agama Hindu.

Islam itu indah, islam itu cinta damai (Foto Ilustrasi)
Menemukan Islam Selepas remaja, Cowell-Bari pindah ke Inggris. Selama berada di sana, dia mulai mengikuti kursus perbandingan agama. Dia menjajal semua agama yang ada. Tak terkecuali Hindu, Buddha, dan berbagai aliran kepercayaan sejenis dari India. Islam diperkenalkan pada akhir jam kursus.

Memasuki pengujung musim kursus, saat itulah kebenaran satu per satu dihadapkan ke depan matanya. “Saya punya teman asal Australia. Dia baru saja kembali dari Palestina atau Israel. Teman saya memiliki beberapa buku yang dia dapatkan di sana,” tutur Rhonda.

Salah satu bukunya berjudul The Arab Israeli Question yang membahas konflik Arab-Israel dari sisi politik. Rhonda meminjam beberapa bukunya dan mulai membaca tentang Islam. (Source: Kisah Muallaf)

Related Posts:

Histats